oleh : Aulia Eka putri
PENA
Tanganku bergetar..
Mengisyaratkanku untuk menulis
Kuambil pena dan kertas putih
Lalu...
Kutuliskan sebuah puisi
Dengan menggerakkan jari jemari
Kutulis kata demi kata
Yang berasal dari hati dan sebuah kisah
Semuanya kutulis dengan indah
Penaku menjadi saksi
Karena...
Disetiap goresannya adalah tentangku
Jujur..
Aku takbisa lepas darimu
SEJATI
Habis sudah rasaku
serasa lumpuh hati ini tuk kuberi
bukan aku takmau
tapi hati yang tak bisa
aku sayang...
namun
bukan berarti aku cinta
ketulusanku untuknya
seakan mengunci hati ini
dan hanya dia yang bisa membukanya
mungkin bisa kuberi
namun tak sepenuhnya
dan untuk apa kuberi
jika pada akhirnya kau kan terluka
karena dia...
akan selalu ada di hati ini
karena dia...
semua kenangan itu ada
karena dia...
satu-satunya yang kucinta
AKU HARUS APA
Jujur aku cinta
Tak bisa kubohongi hatiku
Ku ingin cerita
Namun tak bisa
Banyak yang tak suka
Lalu... aku harus apa?
Apa aku harus menyimpannya
Dan membiarkan dioa membusuk
Aku tak bisa..
Aku tak mampu..
Ingin sekali mulut ini berbicara
Namun apa daya
Untuk mendekat saja aku tak bisa
Keraguan selalu datang menghampiriku
Disaat aku mencoba untuk mengungkapkan
Salahkah aku..
Jika aku yang harus memulai
Cinta tak pernah salah
Tapi aku
Karena mencintai orang yang salah
ANGIN
Angin...
Bantu aku untuk menyampaikan rasa ini
Bawalah hatiku terbang
Sejauh apapun kan ku tempuh
Sampai akhirnya aku mendarat dihatinya
Angin...
Beritahu
aku jika dia sedang bersedih
Bawa
aku kepadanya
Dan
aku senantiasa akan menghapus air matanya
Angin...
Aku rindu senyumnya
Namun ku tak bisan melihatnya sekarang
Bantu aku utnuk melihatnya walau hanya dalam mimpi
Angin...
Aku cinta dia.. aku sayang dia...
Dan
aku butuh dia
Sampaikan
ini kepadanya
Kembalilah
Dan
beritahu aku
Bahwa
dia juga mencintaiku
KERAGUAN
Disaat sebuah kesetiaan diragukan
Apa yang akan kamu perbuat?
Bila cinta masih ada
Kenapa harus diakhiri?
Bila rindu tiada henti
Bolehkah sang malam menjemput mimpiku?
Tolong sampaikan
Bahwa
dengan perlahan
Embun pagi telah membawa rasa cinta
Pergi dari hatiku
Dilemaku
Terus berputar
bagai roda di pikiranku
Menunggu datangnya penerang
Agar dia tak menumpuk dan usang
Jika nanti ku tak mampu berkata
Jangan tanyakan pada siapa
Kerena tak satupun yang tahu sebenarnya
Dan kini..
Ku temukan banyak dilema
HUJAN
Langit mendung sembunyikan cahaya
Menambah syahdu rasa hatiku
Rintik hujan mengenai kulitku
Tak tampak debu diudara
Yang kudengar hanya suara klotokan hujan yang
mengenai dahan
Sunyi..
Sejuk...
Tentram rasanya hati ini
Kuharapkan hari terus begini
Hujan datang
Walau hanya sebentar
TETESANNYA MENGARTIKAN SESUATU
Awalnya ku berpikir
Bahwa aku dan dia akan terus bahagia
Ketika ku telah melewati itu
Perlahan semuanya berubah
Entah apa penyebabnya
Sampai sekarang aku belum mengerti
Aku bingung...
Secepat itukah semuanya berlalu
Dengan mudah mengatakan rasa cinta
Namun begitu sulit mempertahankannya
Tanpa kuduga air mata menetes di pipiku
Aku tak menghapusnya
Ku biarkan dia jatuh
Jatuh sederas-derasnya
Aku ingin tahu
Seberapa besar dia mengartikan semua ini